Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum
Welcome to our forum, Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum.
Please sign in, don't have an account? You can sign up now!

Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum

An Indonesian Kuroshitsuji roleplay forum, join our base!
 
PortalIndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
New storyline for roleplay! Check Roleplay section for complete information~
Bagi member lama yang sudah membuat chara, mohon disesuaikan dengan peraturan, dan storyline yang baru~
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Forum
Latest topics
» perkenalan
Mon Jul 06, 2015 12:22 pm by

» Perkenalan
Thu Jun 25, 2015 8:10 pm by

» Keaktifan forum
Sun Jun 01, 2014 10:28 pm by

» Jung Nanami | Human(Half Vampire) | Civilian
Sun Jun 01, 2014 10:12 pm by

» Azzura Dolores | Allence Family
Fri May 30, 2014 11:41 pm by

» mau tanya soal Civilian
Fri May 30, 2014 10:16 pm by

» Perkenalan
Fri May 30, 2014 6:28 pm by

» Poker Online, Poker Facebook, Judi Online, Nagapoker
Mon Apr 28, 2014 1:28 pm by

» Azusama Joe / Human / Chronne Family Member
Thu Apr 03, 2014 11:17 pm by

Affiliates
free forum
affhayori
affda

Photobucket

Photobucket
affliates
affliates
Top posters
Aria Chronne
 
Reinette Sutcliff
 
Nonohana Kizure
 
Ellie Xiorna
 
Sueth Yuelight
 
Wakabayashi Genzo
 
Clearesta Allence
 
Persona
 
Alaude Von Novizio
 
Licla
 
Poll
Statistics
Total 120 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah ArabelleCharleights

Total 9512 kiriman artikel dari user in 196 subjects

Share | 
 

 Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~

Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3  Next
PengirimMessage
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 05, 2010 9:15 am

First topic message reminder :

Ini omake [Aria no kienai kizu ~endless cause, unless...~] yang dilihat dari POV Aria. Sekalian untuk menyingkap hal-hal yang tidak diihat Arren. Enjoy~~
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi-pagi (?) di Chronne Mansion...

"Master!! Cepat bangun!!" seru Lucielle sambil menggedor-gedor pintu kamar

"Uuh..... ada apa, sih?! Pagi-pagi kok udah berisik?!?!" seruku yang baru bangun

"Ar.... coba lihat..." kata Arren sambil menunjuk jam

"AH!! GAWAT!! UDAH TELAT!!" seruku panik sambil langsung loncat dari tempat tidur

"Aduuh... nggak bakal sempet, nih..." kata Arren

"Sempet!! Masih sempet!! Kataku lagi, yang sedang buru-buru mengganti pakaian

"Tapi...." ucapan Arren tiba-tiba terpotong, lalu dia seperti memerhatikanku

"AR!! ITU KENAPA?!?!" serunya lagi dengan khawatir, sambil loncat dari kasur ke arahku

"Ng? ini?" kataku sambil menunjuk balutan perban di lenganku. "Hari ini 'mereka' mau dateng, jadi kemaren aku latihan" kataku datar, dengan senyum di wajahku. Tapi, rasanya ada sesuatu yang mengganjal di hatiku saat aku mengatakannya.

Aku memerhatikan Arren.

Ekspresinya berubah menjadi geram

Aku mengerti...

Karena aku menyebut-nyebut "mereka", ya?

Kelihatannya Arren membenci "mereka"

.....Bukan....

Dia memang membenci "mereka"

Aneh.... padahal seharusnya kita punya perasaan yang sama, kan?

Kenapa.... dia bisa membenci mereka?

Padahal aku...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

'Bruk!'

"Ukh--!!"

"ARIA!! BERDIRI!! JANGAN JATUH HANYA KARENA SERANGAN KECIL SEPERTI INI!!"

"Ba--Baik!!"

Aku kembali berdiri untuk menghadapi ayahku dalam latihan. Aku bisa merasakan luka yang menyakitkan di sekujur tubuhku. Tapi, aku harus melanjutkannya.

Aku harus melakukannya!!

Karena....

'Bruk!!'

"AKH---!!"

"Ojou-sama!!"

Para maid mendekatiku yang terluka parah. Sedangkan ayah menatapku marah

Wajar, aku sudah mengecewakannya

Tumbang hanya karena serangan seperti ini....

Ayah sudah berharap banyak, dan aku mengecewakannya. Wajar saja dia marah

Ayah mendekatiku, lalu...

'BUAKH!!'

Ayah memukulku

"DASAR ANAK LEMAH!! ANAK SEPERTIMU TIDAK PANTAS MENJADI PENERUS CHRONNE!!" seru ayah lagi, sambil menginjak-injak tubuhku yang terluka

Para maid sepertinya ada yang keberatan

Tapi, tidak ada satupun yang menghentikan ayah. Semua ketakutan

Sedangkan aku, aku hanya diam

Aku sudah terbiasa dengan sikap ayah

Dulu, memang aku pernah berpikir untuk melawan

Tapi, pada akhirnya aku tidak melakukan apapun

Hanya diam mematung

Entah apa yang terjadi, tubuhku menolak untuk digerakkan

Dan rasanya ada sesuatu yang mengganjal perasaanku

Apapun itu, aku tidak tahu

Yang kutahu, hal tersebut membuatku tidak dapat melawan ayah
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ah, tanpa kusadari, aku telah membuang banyak waktu!!!

Aku segera mencari gaun untuk kupakai

'tek'

Saat itulah, tanganku berhenti

Tanganku gemetar ketika aku memegang sesuatu yang lembut dari dalam lemariku

"Ini.... gaun sutra dari....ibu....?" kataku pelan, dan gemetar

Berhenti gemetar....

Berhenti gemetar....

KUBILANG BERHENTI, GODDAMNIT!!

Tanganku berhenti bergetar, dan aku segera mengenakan gaun tersebut

Demi ibu......

Ini semua demi ibu......

Setelah selesai memakai gaun, aku segera mengenakan sebuah topi kecil yang senda dengan gaunku lalu mengambil sepatuku

Saat aku baru akan memakainya, aku melihat Arren yang masih mematung disana

Masih dengan ekspressi geramnya

"Arren...." panggilku

"......." Arren nggak jawab

"Arren!" aku agak mengencangkan suaraku

"................." masih juga belum jawab

Kesabaranku habis

"ARREN!!"

Arren berhenti melamun dan langsung menoleh kearahku, aku melanjutkan acara memakai sepatuku

"Cepetan!! Ini mansion belom disiapin sama sekali!!" seruku padanya

Arren (yang kayaknya udah ngerti) langsung ngambil baju yang udah disiapin Lucielle tadi malem (kayaknya)

"Uukh.... ribet banget, sih...." gumamku mengomentari gaunku yang menghalang kebebasanku dalam memakai sepatu

Gangguan dari gaunku berhasil membuatku terfokus pada gaunku

Dan membuatku teringat pada saat aku mendapatkan gaun ini
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Aria~ coba lihat apa yang ibu punya untukmu~" kata ibu sambil tersenyum

"Apa? Apa?" tanyaku tidak sabar

"Taraaa!!" seru ibu sambil menunjukkan sebuah gaun sutra biru.

"Uwaa.... indahnya.... tapi, apa tidak terlalu besar?" tanyaku

"Tidak apa-apa~ Itu memang ibu buat khusus untuk Aria pakai kalau sudah besar nanti" kata ibu dengan wajah penuh senyuman

"Terima kasih.... ibu...." kataku pelan

"Sama-sama" balas ibu

"Ah, itu ada Mrs. Sheverise. Ibu pergi dulu, ya~" kata ibu sambil berlalu meninggalkanku

Ibu berkata begitu dengan penuh senyuman

Dengan begitu baik...

Aku selalu berharap topeng yang selalu dia kenakan di hadapan para bangsawan adalah wajahnya yang asli

Selalu....

Aku tahu itu tidak mungkin

Dia selalu membantu ayah

Dan aku juga harus mau membantunya

Demi mereka berdua....

Aku akan menahan rasa sakitku

Aku akan menahan air mataku

Asal mereka bahagia....

Asal mereka bahagia....

CUKUP!! BERHENTI MEMBOHONGI DIRIMU SENDIRI, ARIA!!

Aku tahu bukan itu alasannya!!

Aku--!!

Aku.... tidak dapat melawannya!!

Jiwa dan ragaku selalu menolak untuk menyelamatkan diriku dari mereka!!

Sekalipun otakku menyerukan "aku akan mati kalau menerima lebih dari ini!!"

Jiwa dan ragaku tidak memedulikannya

Terus mengacuhkannya

Sedangkan aku terombang-ambing diantara keduanya

Tanpa petunjuk maupun jawaban

Hanya..... berada disana dan menerima segalanya.....

Bahkan, sekalipun ibu memukulku, menamparku, memakiku, dan tidak memperlakukanku sebagai manusia

Aku tidak bisa melakukan apapun

Hanya menerima segalanya

Aku juga tidak menangisi keadaanku

Untuk apa aku melakukan hal tidak berguna seperti itu?

Menangis hanya memperburuk masalah

Sudah lama....

Sudah lama sekali aku menyegel air mataku....

Dan segel itu tidak pernah terbuka sampai sekarang....
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Hah?!" seruku kaget

"Kenapa aku bengong?! Aku harus cepet!!" kataku lagi, sambil memasang sepatuku

Setelah sepatuku sudah membalut kakiku dangan sempurna, aku berseru pada Arren, "Arren!! Cepetan pergi!! Sebentar lagi "mereka" sampe, loh!!"

Ternyata, Arren juga tenggelam dalam pikirannya

Aku mendekatinya, lalu memukul kepalanya

'BUAKH!'

"WADOOOOW!!" jerit Arren kesakitan

"Jangan bengong!! sebentar lagi mereka dateng!!" seruku

"Eh?! Cepet amat?! Kalau begitu, aku pergi dulu, ya!" kata Arren sambil berlalu pergi

Sekarang Arren sudah pergi....

Aku harus berusaha sendiri!

Aku tidak boleh bergantung padanya!

Aku terus mengulangi kata-kata itu dalam benakku

Berharap, kata-kata itu bisa membuatku lebih baik

Aku pun turun untuk mempersiapkan rumah dan segala yang dibutuhkan untuk menyambut mereka
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
'Ting tong'

'Degh!!'

Bel rumah sudah berbunyi.... dan kelihatannya para pelayan sudah membukakan "mereka" pintu....

Aku melihat jam, jam 19.00

Tidak boleh begini!! Aku harus cepat turun!!

Apapun yang terjadi....

Akh!! Jangan terlalu banyak berpikir!! Cepat sambut mereka, bodoh!!


Aku pun berlari menuju tangga

Ketika aku sudah berada di dekat tangga, aku mendengar suara yang tak kukenal

Rasa penasaran yang cukup kuat untuk membunuh, jelas membuatku makin mendekati tangga untuk melihat sumber suara tadi

Aku melangkah makin dekat menuju tangga...

"Aria?"

Kata-kata ibuku agak mengagetkanku

"Aria sedang apa di atas sana? Ayo turun kemari!" panggil ibuku dengan lembut

Tanpa kuberi tahu pun, kurasa kalian sudah tahu

Suara yang tak kukenal itu pasti rekan kerja ayah, sehingga ibuku memasang topengnya

Dan ada seorang lagi yang tak kukenal

Seorang anak yang.... mungkin umurnya tidak terlalu jauh denganku

Dia tersenyum kecil padaku

Jelas dia anak rekan kerja ayahku

Seperti ibuku, aku pun harus memasang topengku disini

Aku turun perlahan menuruni tangga, tersenyum, lalu berkata, "Ayah, ibu, selamat datang kembali"

Aku menoleh ke arah rekan kerja ayahku, lalu aku, sambil membungkukkan badan dan tersenyum, berkata, "Anda pasti rekan kerja ayah saya. Salam kenal, saya Aria"

"Oh! Seperti kata desas-desus yang beredar, kau cantik sekali!! Saya sudah banyak mendengar tentangmu dari ayah dan ibumu!" jawab bangsawan itu

"Suatu kehormatan bagi saya jika anda menganggap saya seperti itu" kataku sopan sambil membungkuk

"Perkenalkan, ini anakku, Greyritte" katanya sambil menunjuk anak laki-laki di sampingnya

"Salam kenal, Aria-san" sapanya sopan

"Salam kenal juga, Tuan Greyritte" balasku sambil membungkuk

"Tolong panggil saja aku Grey, Aria-san" katanya sambil mendekat selangkah

"Ah, baiklah, Tuan Grey" balasku lagi

Apa maksudnya ini? apa dia mau sok akrab?

"Nah, Aria, bagaimana menurutmu? Dia tampan, kan?" tanya ibuku

Aku memerhatikan wajahnya sebentar

..........

Kayaknya masih gantengan Arren, deh....

"...Ya, Tuan Grey sangat tampan malam ini" kataku

Inilah yang harus kukatakan....

Selama aku masih memakai topeng lady ini, aku tidak boleh mengacau

"Nah, Aria, ayah dan ibu ada sedikit urusan dengan Lord Larein. Kamu mengakrabkan diri saja dulu dengan Grey, ya?" kata ibu lembut

"Baik" kataku

Aku menoleh ke arah Grey, lalu berkata, "Tuan Grey, mari ikuti saya"

Aku pun mengantarnya ke kamarnya

Dia mengikutiku
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Tuan Grey, ini kamar anda. Anggap saja seperti rumah sendiri" kataku sopan sambil tersenyum

"Ah, baiklah. Akan kuusahakan untuk tidak mengotorinya" balasnya

"Lalu, kalau ada yang anda butuhkan, katakan saja. Tidak perlu sungkan" kataku lagi

"........" Grey terdiam sebentar

"Tuan Grey?" tanyaku pura-pura cemas sambil mendekatinya. "Ada apa?"

"Boleh....aku minta tolong sesuatu?" tanyanya dengan agak ragu

"Silakan katakan. Saya akan segera menginformasikan para pelayan untuk melayani kebutuhan anda" kataku sopan

".....Tidak perlu...." katanya

"Eh?"

Tanpa pemberitahuan, dia menarik lenganku, lalu memelukku dengan tiba-tiba

Kalau bukan karena ayah dan ibu, aku pasti sudah menghajarnya sebelum dia memelukku

Kalau bukan karena "mereka".....

.....sudahlah, aku harus melanjutkan skenarionya

"Tu--tuan Grey--!!" kataku

".....Aria...." balasnya

"A--apa maksud anda?" tanyaku, tentu saja tanpa meronta

"Bukankah kau tadi mengatakan kalau aku boleh meminta bantuan?" tanyanya balik

"Eh? Ya, saya memang bilang begitu, tapi...." aku menghentikan kalimatku

Aku sudah tahu apa yang kau inginkan

Lebih baik, cepat lakukan itu

Agar semuanya lebih cepat selesai...

Tanpa kesalahan


Dia menarikku ke dalam kamar, lalu berkata, "....sepertinya, inilah yang disebut cinta pada pandangan pertama..."

Kata-kata yang sangat mudah diprediksi

Kata-kata yang membuatku ingin muntah

Tapi, aku harus tetap bertahan

Demi "mereka"....

"...Tuan Grey...."

Grey mendorongku hingga aku jatuh di atas kasur

Sepertinya, aku sudah bisa menebak apa yang akan terjadi

Dia mendekatkan wajahnya

Lalu.....

Dia menjilat leherku

"--!!"

Aku kaget

Biasanya, semua dimulai dengan ciuman

Tapi, kali ini....

"Tu--Tuan.....Grey..." kataku, sambil berpura-pura meronta dengan lemah

Aku bisa merasakan lidahnya di leherku, begitu pula napasnya

Aku harus bertahan!!

Harus bertahan!!

Demi "mereka"....


Tiba-tiba, dia melanjutkannya dengan menggigit leherku

"Ukh--!!"

Refleks, aku menendangnya

'Bukh!!'

"UGH--!!"

Dia terlontar ke belakang

Dasar bodoh!!

Aku...aku sudah--!!

Apa yang sudah kulakukan, bodoh!!


"Tuan Grey!!" seruku sambil berlari mendekatinya yang sekarang terbaring di lantai

"Ja--jangan mendekat!!" serunya, aku menghentikan langkahku

"Me--menjauh dariku, monster!!" serunya lagi

Hanya karena tendangan seperti itu, dia menyebutku monster?

Dasar lemah...

Terlalu lemah....

Kalau dia tidak selemah ini, pasti tidak akan ada masalah seperti ini....


"Hi--HIIIIII!!" serunya sambil berdiri, lalu berusaha kabur

"Ah, tunggu--!!" seruku sambil menarik tanganya

Dia kaget dan ketakutan, tapi dia tidak bisa kabur karen tarikanku lebih kuat

"...Aku bisa susah kalau kau kabur sekarang...." kataku sambil menyiapkan tongkatku

"U-- UWAAAAAAA!!" serunya, sebelum akhirnya dia kuhabisi dengan tongkatku

Memang, yang kuberikan hanya beberapa pukulan ringan di kepalanya

Sebuah usaha yang sia-sia, aku tahu itu

Tapi, aku hanya bisa berharap ingatannya terhapus

Dan aku tahu, apapun yang terjadi...

Masa lalu tidak bisa kembali lagi

Karena itu....

Kalau pada akhirnya aku tetap akan dihukum "mereka"

Lebih baik aku sedikit memperbaiki masa sekarang sebelum masa depan memburuk
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Jeritan apa barusan?! Aria?!" seru ibu, yang sekarang sedang terpaku di depan pintu

Melihat anaknya dengan senjata, dan anak kliennya di lantai

Berdarah....

"ARIA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!" seru ibu sambil menamparku

'PLAK!'

Dia sudah melepas topengnya

Wajar, tidak ada yang akan melihat wajah aslinya selain aku disini

"APA YANG KAU LAKUKAN?! HAH?!" seru ibu sambil memukuliku

Aku hanya diam

Hanya membisu

Inilah yang terbaik....

"JAWAB IBU!!!" kata ibu sambil menginjak tanganku di lantai

".....Maaf...." balasku lemah

"KATAKAN LAGI!! YANG JELAS!!" seru ibu sambil menendangiku

"......Maaf....." balasku, makin melemah

"KATAKAN YANG JELAS!!" serunya sambil memukulku dengan tongkatku

Dia mengeluarkan pisau dari tongkatku, lalu mengarahkan pisau itu ke wajahku

"Kenapa dia bisa tergeletak di lantai?" tanya ibuku marah

".............." aku terdiam, tidak yakin harus menjawab atau tidak

Kurasa, pilihan manapun tidak memberi hasil yang baik

Yang manapun yang kupilih, pasti berujung sama

"JAWAB IBU!!" seru ibu lagi, sambil menusuk bahuku dengan tongkatku

"Ukh--!!" aku bisa merasakan dia memutar tongkat yang sudah menancap di bahuku

"Ada apa ribut-ribut?"

"!!"

Rupanya, kali ini ayah yang datang

"Aria berulah lagi" jawab ibu singkat

Ayah memandangi Grey yang masih belum sadar, lalu berjalan mendekati kami

"Aria...." kata ayah mendekatiku

Lalu menendang perutku

"Akh--!!"

"Harus berapa kali ayah bilang, JANGAN MEMBUAT MASALAH!!" serunya sambil menendangiku

"APAPUN YANG TERJADI, JANGAN SEKALI-KALI MENJADI PENGHAMBAT!!" serunya lagi

"KAU TAHU APA YANG AKAN TERJADI KALAU LORD LAREIN TAHU?! KAU HANYA MENGGANGGU AYAH!!" serunya lagi

"DASAR ANAK TIDAK BERGUNA!!" kali ini, dia memberi sebuah last blow di perutku

"Ibu, cepat urus Lord Larein" kata ayah pada ibu, ibu langsung pergi keluar kamar

Ayah mengemballikan fokusnya padaku

"Kau tahu tugasmu, kan?" katanya padaku

Aku tidak melihat wajahnya

Aku tidak bisa melihat wajahnya...

Tapi, aku mengerti dari auranya

Aku pun menganggukkan kepalaku

"KALAU BEGITU, LAKUKANLAH!!" serunya sambil menginjak tanganku

"JANGAN LAKUKAN HAL YANG TIDAK BERGUNA SEPERTI MENGACAUKAN RENCANA!!" serunya lagi

Aku tidak melawan

Ditendangi seperti apapun...

Dipukul seperti apapun...

Ditusuk seperti apapun....

Aku tidak akan melawan ataupun menangis

Tidak....

Lebih tepatnya, aku tidak bisa....

"Cih!! Kau membuang-buang waktuku!!" kata ayah sebelum akhirnya meninggalkanku sendirian di kamar

"Master...." Lucielle mendekatiku dengan terengah-engah

Sepertinya mereka menyaksikan kejadian barusan, melihat Lucielle membawa kotak obat dan terengah-engah. Lucielle juga pasti dari tadi mati-matian menahan Rhieve

Mereka pun mengobatiku, seperti biasa

Sedangkan aku, aku haya menyesali perbuatanku

Kenapa aku malah mengecewakan mereka?

Kenapa aku malah mengacaukan segalanya?

Kenapa....?


Aku mengepalkan tanganku

Lucielle memandangiku

Sepertinya dia mengkhawatirkanku

Sedangkan Rhieve, ketika melihat Grey sedikit bergerak, dia menginjaknya lalu menyeretnya keluar

Pada akhirnya, tidak ada perubahan,,,

Aku tidak bisa melakukan apapun...

Memuakkan.....

Aku benar-benar memuakkan diriku sendiri....

Sampai harus mereka kasihani seperti ini....

Aku.....


Rhieve dan Lucielle membawaku ke kamarku

Setelah mereka membaringkanku di tempat tidur, mereka segera keluar

Setelah diobati, luka-luka ini tidak lagi terasa menyakitkan

Mungkin, aku sudah terlalu terbiasa dengan luka

Tapi, rasanya, masih ada sesuatu dalam perasaanku

Yang sangat menyakitkan

Jauh lebih menyakitkan dari pada luka-luka yang telah mereka obati

"Ukh...."

Aku pun mencoba untuk duduk, dan memegangi dadaku

Sakit.....

Tidak lama, jendela kamarku terbuka

Arren pun masuk ke dalam kamar melalui jendela itu

"Arren...."

Tatapannya..... mungkin dia terkejut

"Aria... ada apa....?" tanya Arren sambil berjalan medekatiku

"Bukan apa-apa...." kataku menghindar

Tanpa kuberi tahu pun, dia pasti sudah tahu

Lagipula, aku merasa memberitahunya hanya akan membuat keadaan memburuk

Arren naik ke tempat tidur dan duduk disampingku

Tiba-tiba, dia berkata, "Aria, apa itu yang di dekat lehermu?"

"!!" aku kaget

Ternyata, gigitan lemah itu meninggalkan bekas

Arren menyingkap bajuku untuk melihatnya dengan lebih jelas

Aku pun menepis tangannya

Aku tidak ingin mengingatnya lagi

"Aria....itu...... bekas gigitan.....?" tanyanya dengan nada tidak percaya

"........" aku diam

Kumohon, Arren..... hentikan....

Aku tidak ingin membicarakannya...

Aku pun berkata, "jangan dibicarakan...."

Aku membaringkan tubuhku di kasur, dan menutupi wajahku dengan selimut, mencoba mencegah otakku mengingatnya

"Selamat tidur" kata Arren, mungkin dia sudah mengerti sehingga dia memutuskan untuk tidak bicara lebih jauh

Arren membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ruangan ini pun menjadi hening

Aku pun memikirkan suatu kemungkinan buruk

Kalau kubiarkan.... apa Arren akan membunuh pembuat bekas gigitan ini?

Tidak.... tidak boleh....

Bisa-bisa "mereka"....


"Arren...." kataku memecah keheningan

"Jangan coba bunuh orang yang membuat bekas ini, dia udah kuurus...." kataku lagi

Aku bisa merasakan Arren bergerak di belakangku

Tapi, aku tidak menyangka dia akan memelukku....

"Arren..." kataku agak kaget

"Aku tahu kau sedih. Aku tahu kau dipaksa mereka untuk membiarkan dirimu diperkosa anak bangsawan lain. Dan aku juga tahu kau pasti mendapat luka baru dari orang tuamu. Karena itu...." Arren menghentikan kalimatnya sejenak

".....Menangislah. Itu akan membuatmu lebih baik" kata Arren lagi

Aku tidak percaya dia mengatakannya

Kita sudah bersama selama ini, jadi seharusnya dia tahu

Aku tidak boleh menangis!!

Lagipula, aku tidak yakin aku masih bisa menangis.....

"....Tidak...." jawabku, tanpa melihat wajahnya

"Ayah melarangku menangis. Karena itu, aku tidak akan melakukannya" lanjutku

"Tapi--!! Grh!! Kamu masih menganggap yang seperti itu 'ayah'?" seru Arren marah, sambil bangkit berdiri

"Kenapa sih kamu nurut banget sama mereka?! Mereka itu monster!! Kamu udah terlalu menderita, karena itu..." Arren berhenti sejenak

"Kakak nggak akan membiakanmu menderita lagi!!" serunya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat

Aku mengerti perasaannya

Dan entah bagaimana, kata-katanya barusan membuat hatiku lebih tenang

Aku pun tersenyum, walau mungkin hanya sebuah faint smile

Hanya itu senyuman yang bisa kuberikan untuknya sekarang

"Terima kasih..... Arren....." ucapku

Perasaanmu saja sudah lebih dari cukup bagiku

"Tapi, kalau kamu nggak mau aku menderita, tolong.....jangan lakukan apapun pada mereka" pintaku lirih

Arren tampak memikirkan sesuatu setelah dia mendengar kalimatku barusan

Untuk ketiga kalinya pada hari ini, dia tenggelam dalam pikirannya

"Arren...." dan untuk ketiga kalinya pula, aku membuyarkan lamunannya

Aku bangkit dari tidurku, lalu duduk di atas tempat tidur

Arren pun ikut duduk di sampingku

"Kamu bisa merasakan rasa sakitku, kan?" tanyaku

"Tentu saja!! Ikatan persaudaraan kita sangat kuat!" kata Arren meyakinkan

Arren....

Kalau kau memang mau membantuku...


"Kalau begitu....." kataku dengan faint smile

Kumohon....

Hanya ini yang bisa kau lakukan....

"Bersenang-senanglah. Mungkin tali hubungan kita akan mentransfer perasaan senangmu padaku" kataku

"......Tidak...." jawabnya

Aku agak kaget

"Kenapa?" tanyaku

"Karena aku ingin kamu langsung merasakan kebahagiaan yang kurasakan" jawabnya lagi

Sudah kuduga....

Arren memang seperti ini

Tapi....

Aku tersenyum, lalu berkata pelan, "Terima kasih.... perasaanmu saja sudah cukup membuatku senang"

Arren kembali memelukku, lalu mengelus kepalaku

"Aku mungkin tidak bisa menyembuhkan perasaanmu yang terluka, tapi aku bisa menutupinya" katanya

"Akan kuberikan kebahagiaan yang banyak padamu hingga rasa pedih itu tidak terasa lagi"

Arren....

Perasaanmu..... memang selalu hangat....

Walau mungkin terlalu hangat untukku, tapi....

Terima....kasih....


Aku pun membalas pelukannya

Seharusnya, momen itu berjalan dengan hangat

Kalau saja, otakku tidak terlalu memikirkan perkataannya

Tadi pagi, ketika aku menyebut "mereka", Arren tampak geram

Dan kali ini....

Kenapa, aku tidak bisa berhenti berpikir kalau Arren akan membunuh mereka?!

Arren tidak boleh melakukannya!

Kalau dia melakukannya, aku...!

Aku....


Pikiranku membuatku mengeluarkan keringat dingin yang mengalir di pipiku

Aku bisa merasakannya

Sementara otakku terus mencerna kalimat-kalimatnya, Arren mempererat pelukannya

Pelukannya hangat...

Sangat hangat, tapi....

Kehangatan ini..... tidak lagi terasa nyaman

Seperti....

Seperti ini adalah awal dari skenario Arren yang akan membunuh "mereka"

Tidak...

Itu tidak mungkin...

Arren... tidak mungkin melakukan itu....

Arren....


Makin kupikirkan, skenario itu hanya makin memburuk

Aku pun mendorong Arren agar dia melepaskan pelukannya

"Aria....." ucapnya pelan

Aku tidak melihat wajahnya

Aku merasa.... kalau melihat wajahnya pikiran yang terus berkecamuk ini akan memburuk

"Selamat tidur...." ucapku padanya sebelum kembali membaringkan badanku

Tapi, sebelum aku membaringkan tubuhku, Arren menarik tanganku

Dia memerhatikan wajahku baik-baik

Ekspresinya seperti...

Aku tidak tahu....

Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya kata-kata yang ingin dia ucapkan tidak bisa keluar

Arren mendekatkan wajahnya ke wajahku, lalu mencium keningku

"......Selamat tidur juga...Aria....." katanya pelan

Aku membaringkan badanku tanpa mengatakan apapun lagi padanya, dia pun membaringkan badannya disebelahku

Wajahku...rasanya panas...

Mungkin, kehangatan Arren memang terlalu besar untukku

Kehangatan yang terus menghantui pikiranku

Tapi, entah bagaimana....

Kehangatan itu....


Terakhir diubah oleh Alteria tanggal Sun Jun 06, 2010 1:43 am, total 9 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user

PengirimMessage
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 10, 2010 6:47 pm

Nonohana suka ga nyambung kok...
Orang kekurangan tentang ability kok... = ="
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Fri Jun 11, 2010 6:53 am

oh, emang dia ngomong soal apa?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Fri Jun 11, 2010 1:45 pm

Ga tau, deh...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Fri Jun 11, 2010 3:17 pm

ah, sudahlah, ayo kita kembali ke topik!! coba kalian sebutkan hint yang bikin omake ini berasa romance!! biar saya sadar!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Wakabayashi Genzo

avatar

Jumlah posting : 237
Join date : 22.05.10
Age : 21
Lokasi : everywhere

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 3:24 pm

Waktu yang dikamar ama sifat Arren
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Reinette Sutcliff

avatar

Jumlah posting : 1802
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : Fangirling Corner

Chara profile
Name: Reinette Sutcliff/Minachi Sumire
Status: Shinigami/Civillian
Race: Shinigami/Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 5:13 pm

Arren SISCON!!! /dilempar/
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://reinettesutcliff.blogspot.com
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 5:48 pm

@Wakabayashi
Scene pas dikamar yang mana?

@Diesty
ARREN ITU KAKAK YANG TERLALU BAIK BUAT JADI SISCON!!!!! ADA JUGA PALING DIA KAYAK SISCON!! (suara hati Arren yang saya tulis dengan 3rd person POV mode)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 6:01 pm

Gak! Arren cocok buat jadi SISCON!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 6:02 pm

Saya tahu....tapi...... Dia cuma terlalu sayang aja, kok.....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 6:17 pm

APA MAKSUDYA BAHKAN LEBIH?!?!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 6:22 pm

Malah itu bisa menjrus ke SISCON! bahkan lebih!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 6:23 pm

hei!! double post yang sama!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Sat Jun 12, 2010 9:37 pm

nonohana sama alteria hobi double post, ya...
sudahlah, ar, omake ini emang romance... ga usah ngelak lagi~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: re: watashi no shiranai kimochi ~unknown cause of...~   Sun Jun 13, 2010 11:54 am

di mata saya, ini bukan romance! ini sibling love yang sangat pure!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Mon Jun 14, 2010 1:19 pm

Kata saya ini romance!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Mon Jun 14, 2010 2:27 pm

Apa emang mata saya beda sendiri..... *mojok di emo corner*
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Mon Jun 14, 2010 2:35 pm

Tapi itukan memang Romance~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Mon Jun 14, 2010 6:10 pm

BUUUUUUUUUUKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNN!!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Tue Jun 15, 2010 12:00 pm

IYYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!! Itu Romance!!!!!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Tue Jun 15, 2010 4:57 pm

TERSERAH, DAH!! POKOKNYA NIAT AWALNYA ITU FAMILY!! TERSERAH YANG BACA, DAH!! TERSERAH MATA PEMBACA!!! (Apathy mode)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Wakabayashi Genzo

avatar

Jumlah posting : 237
Join date : 22.05.10
Age : 21
Lokasi : everywhere

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 17, 2010 2:31 pm

Kalau kata saya itu Incest...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 17, 2010 2:33 pm

Kenapa?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 17, 2010 2:35 pm

kalau menurut saya lebi ke selfsest
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Wakabayashi Genzo

avatar

Jumlah posting : 237
Join date : 22.05.10
Age : 21
Lokasi : everywhere

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 17, 2010 2:38 pm

Ah! gak ah! mereka incest!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   Thu Jun 17, 2010 2:39 pm

Atuh~~~ orang selfsest!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~   

Kembali Ke Atas Go down
 
Watashi no Shiranai Kimochi ~Unknown Cause of...~
Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 3Pilih halaman : Previous  1, 2, 3  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum :: Library :: Roleplay Omake-
Navigasi: