Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum
Welcome to our forum, Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum.
Please sign in, don't have an account? You can sign up now!

Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum

An Indonesian Kuroshitsuji roleplay forum, join our base!
 
PortalIndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
New storyline for roleplay! Check Roleplay section for complete information~
Bagi member lama yang sudah membuat chara, mohon disesuaikan dengan peraturan, dan storyline yang baru~
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Forum
Latest topics
» Keaktifan forum
Mon May 28, 2018 12:09 pm by

» perkenalan
Mon Jul 06, 2015 12:22 pm by

» Perkenalan
Thu Jun 25, 2015 8:10 pm by

» Jung Nanami | Human(Half Vampire) | Civilian
Sun Jun 01, 2014 10:12 pm by

» Azzura Dolores | Allence Family
Fri May 30, 2014 11:41 pm by

» mau tanya soal Civilian
Fri May 30, 2014 10:16 pm by

» Perkenalan
Fri May 30, 2014 6:28 pm by

» Poker Online, Poker Facebook, Judi Online, Nagapoker
Mon Apr 28, 2014 1:28 pm by

» Azusama Joe / Human / Chronne Family Member
Thu Apr 03, 2014 11:17 pm by

Affiliates
free forum
affhayori
affda

Photobucket

Photobucket
affliates
affliates
Top posters
Aria Chronne
 
Reinette Sutcliff
 
Nonohana Kizure
 
Ellie Xiorna
 
Sueth Yuelight
 
Wakabayashi Genzo
 
Clearesta Allence
 
Persona
 
Alaude Von Novizio
 
Licla
 
Poll
Statistics
Total 120 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah ArabelleCharleights

Total 9513 kiriman artikel dari user in 196 subjects

Share | 
 

 [GX fantasy] Bloody mary +

Go down 
PengirimMessage
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: [GX fantasy] Bloody mary +   Mon Jul 26, 2010 4:28 pm

Yosh... Terima kasih kepada para readers yang mau membaca cerita ini~
Saya tau ini cerita ancur, gajhe, maksa, dan terserah readers mau bilang apa... = =”
Judulnya juga belom pasti. Saya entah kenapa sekarang malah bingung nentuin judul... Yah, kalau ada usul lebih bagus, tolong beritahu saya...
Claimer: Cerita ini milik saya, saya harap tidak ada yang cukup bejat untuk mencuri cerita saya
Crew: Kayak ada yang mau nyuri aja
Author: *stare at crew* Ah, udah ah, Mari kita mulai ceritanya~
Warning: Aneh, gajhe, typo, yah... pokoknya banyak deh!
Genre: Hmm.... let see..... Mystery, supranatural, fantasy, dan.. Romance dikit...
Oh, ya, tempat-tempatnya fiksi. Walupun inggris, tapi sayangnya saya tidak tinggal di inggris... Yah, kecuali tempat-tempat terkenal..
Jika anda tidak suka dengan cerita saya, mohon jangan di flame, tinggalkan kritik beserta saran di review~ Tombol back di halaman internet dan tombol backspace pada keyboard anda bisa di tekan kapan saja~
Bloody mary +
Phase 1: Something from The Mirror
London, England

Aku berjalan menuju sebuah gedung, gedung sekolah yang tidak terlalu besar, semua orang yang ku lewati memandangi ku. Aku sudah terbiasa di lihat seperti ini. Namaku Claire Raisone. Hampir semua siswa di sekolah mengenalku. Bukan karena sikap ku baik, ramah pada semua orang, hebat, ataupun multi-talented seperti tokoh protagonis di komik-komik. Tapi karena sikap ku yang dingin dan selalu menolak dengan tegas apapun yang bertentangan dengan ku, atau lebih tepatnya sih, orang yang suka membangkang. Ada yang tidak suka padaku, tapi kurasa tidak sedikit yang menyukaiku. Aku bukan anak polisi, bangsawan, atau orang yang punya jabatan. Aku tidak takut pada siapapun. Mungkin mereka melihat ku sebagai individu yang mampu berdiri sendiri dan begitu bebas, tidak mau di kekang. Yah.. Tapi yang dilihat di luar tidak selalu sama didalamnya, bukan?
Aku memasuki kelasku, kelas 9-A. Banyak mata memperhatikan ku, sama seperti halnya di luar kelas tadi, tapi kali ini, aku membalas tatapan mereka dengan tatapan yang lebih dingin. Setelah itu, tak ada lagi yang berani menatap iris mata merahku. Aku langsung menempati tempat duduk ku, di dekat pintu, kemudian aku mengeluarkan sebuah buku dari tasku, dan membaca buku tersebut
“Belajar?” seseorang mendekatiku. Aku mendongak, melihat siapa yang menyapaku, yah, walaupun aku sudah tahu, siapa yang menyapa ku. William Tomkins, salah satu—lebih tepatnya satu-satunya teman terdekat ku.
“Yah.. begitulah...” aku memperlihatkan buku fisika yang ku pegang
Terdengar suara anak perempuan yang sedang tertawa-tawa berjalan menuju kearah pintu. Aku menutup buku ku, mood ku langsung berubah 180 derajat. Bukan, aku tidak merasa senang sekarang, tetapi aku jadi semakin kesal dengan kedatangan salah satu teman sekelasku—sebenarnya aku sudah mencapnya sebagai seorang musuh. Orang itu berhenti di depan pintu dan menoleh ke arah ku “Hai~ Halo~” sapa orang itu. Aku mendengus kecil. Aku tahu, orang itu hanya ingin mengerjaiku, ataupun mempermalukan diriku yang sialnya selalu berhasil.
“Bisa kah kau tidak melihatku seperti itu? Kau tahu, Mata merah mu itu terlihat aneh!” kata orang itu. Aku menatap Carl Thompson. Carl juga dikenal hampir seluruh orang di sekolah. Bedanya, Carl adalah siswa teladan, pintar, dan yah.. semua hal-hal yang baik. Meskipun nilai ku cukup baik—Yah, aku tidak sombong, tapi aku tidak pernah berhasil menduduki peringkat satu. Peringkat dua dan tiga sudah menjadi langganan bagiku. Peringkat satu? Orang yang selalu menyandang perinkat satu adalah Laki-laki yang sekarang sedang berdiri di depanku, orang beriris mata Coklat dengan rambut yang berwarna Hitam pendek itu. Dari dulu aku tidak menyukainya.
“Memang apa salahnya mempunyai mata berwarna merah? Warna mata merah agak sedikit langka, bukan?” balasku
“Yah, memang. Ah, kau sedang belajar~?” ia bertanya dengan nada mengejek.
“Hei, kenapa kau selalu mengganggu Claire?” Will tiba-tiba menyela pembicaraan—atau lebih tepatnya adu mulut antara aku dan Carl.
“Oh... Dan kenapa kau selalu bersama Claire?” balas Carl. Wajah Will sedikit memerah. Yah, sepertinya laki-laki itu memang suka padaku, tapi aku tidak pernah peduli. Aku sudah senang punya satu teman, tapi aku tidak suka punya pacar.
“Me-Memangnya ada salahhnya?!” Will membalas lagi. Sebelum Carl membalas, salah satu teman Carl—atau lebih tepatnya peggemar Carl, Anne lawliet, mendekatinya, “Hai Carl~ Kau sudah coba urband legend itu?”
“Hm? Soal Bloody Mary itu?” balas Carl. Anne mengangguk. Aku yakin ia pasti dengan bangga nya akan mengatakan bahwa ia sudah mencobanya dan tidak terjadi apa-apa.
“Yah, aku sih sudah melakukannya, dan.. Bloody mary itu hanya bohongan!” Yak... Aku betul, kan?
Aku tertawa kecil atas jawaban Carl.
“Ada apa kau tertawa?” Carl menatap ku
“Yah... Tak ada bukti kau melakukannya kan?” kali ini aku memakai nada mengejek. Ia kelihatan kesal.
“Baiklah kalau begitu, aku menantangmu untuk melakukan ‘ritual’ bloody mary dan kau harus membawa buktinya! Lakukan di kamar mandi di depan kelas!” Carl memulai dengan tantangannya. Yah, aku sudah sering menerimanya. Presentase kemenanganya mungkin 50:50. Aku sudah sering menang, tapi bukan berarti jarang kalah jika menerima tantangannya
“Oh.... Baiklah... Kali ini hadiah nya apa?” tanya ku. Ia mendekatkan mulutnya ke arah telingaku, kemudian berbisik, “Temui aku nani sore di lapangan sekolah setelah pulang sekolah dengan bukti itu”
Aku mengangkat sebelah alis ku “Kenapa harus diam-diam? Biasanya dia mengumumkan dengan lantang...” pikirku. Tapi itu tak masalah. Ini hanya permainan bodoh, siapa yang takut urband legend seperti itu?—Yah, memang ada orang yang takut, tapi aku tidak termasuk kelompok itu. “Yah, baiklah”
~0o0o0o0o0o0~

Bel pulang sudah berbunyi, tadi aku kembali ke rumah sebentar untuk mengambil handicam. Sekarang aku sedang berjalan menuju kamar mandi—tentu saja kamar mandi perempuan untuk melakukan ‘ritual’ bloody mary. Yang ku baca dari internet, aku hanya perlu mematikan lampu kamar mandi, kemudian menyebut kata Bloody mary tiga kali.
“Claire!” seseorang memanggil ku, yah, siapa lagi kalau bukan Will?
“Kau yakin mau melakukannya?” Will terlihat ragu-ragu
“Kau percaya dengan urband legend itu?” aku menatap tajam mata emasnya.
“A-ah.. Hanya saja... Yah.. Aku takut sesuatu buruk terjadi” kata Will, seakan-akan aku akan dibunuh bloody mary itu. Tapi aku sudah bilang sebelumnya, aku tidak percaya dengan hal berbau mistis seperti bloody mary atau sebagainya.
“Percaya padaku, Will. Tidak akan terjadi apa-apa” aku berjalan lagi menuju kamar mandi perempuan.
~0o0o0o0o0o0~

Tidak ada yang memakai kamar mandi. Yah, bel pulang sudah berbunyi. Tidak banyak orang yang masih di sekolah memakai toilet di dekat kelas. Aku mematikan saklar lampu. Walaupun aku mematikan lampu, masih ada cahaya—walaupun sedikit dari sela-sela ventilasi. Aku mengikat handicam di antara bilik toilet, aku mengecek handicam, apakah sudah benar-benar menghadap cermin atau belum. Aku memperhatikan cermin kamar mandi yang cukup besar.
“Baiklah, mari kita mulai....” dengan tegap, aku berdiri menghadap cermin tersebut
“Bloody Mary,”
“Bloody Mary,”
“Bloody Mary...”
Aku sudah menyebut kata ‘bloody mary’ tiga kali. Selama beberapa detik, tak ada reaksi apa-apa. Aku tertawa
“Yah... Ini membuang-buang wakt---“ cermin kamar mandi bersinar. Aku tertegun
“What the---“ sesaat aku merasa takut. Tapi aku memberanikan diriku. Aku berdiri di tempatku, tidak mundur, tidak juga maju. Aku makin kaget ketika tiba-tiba seseorang keluar dari cermin tersebut. Aku terduduk di lantai toilet. Apakah dia yang disebut bloody mary? Kukira bloody mary itu perempuan. Tapi jelas-jelas makhluk di depanku adalah seorang laki-laki, dengan rambut silver dan matanya yang Hitam.
“Siapa kau?!” teriakku. Yah, tentu saja aku takut. Di depanku berdiri seorang makhluk yang tidak jelas manusia atau bukan—tapi apakah mungkin seorang manusia keluar dari cermin?
“Butuh bantuan?” ia mengulurkan tangannya
“Eh?” aku sedikit bingung—malah tambah bingung.
“Maaf, kau pasti bingung, kan? Biar ku jelaskan, tapi waktu ku tidak banyak” orang(?) itu tersenyum. Aku pun menyambut uluran tangannya.
“Ah, ternyata dia tinggi juga...” pikirku
“Jadi.. Sebenarnya kau siapa?” aku sangat penasaran. Ia menarikku menjauh dari cermin kamar mandi, kemudian menyalakan saklar lampu.
“Kau bisa memanggil ku Lyle. Kau tadi melakukan ritual bloody mary, kan?” Lyle mengkonfirmasi ulang
“Ya...”
“Ah... Dari mana aku harus mulai,,” ia menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal. “Jadi, aku adalah seorang ‘bloody mary’, makhluk yang tinggal di dunia di balik cermin. Ketika seseorang mengatakan ‘bloody mary’ tiga kali di depan cermin, maka gerbang antara dunia di balik cermin dan dunia nyata akan terbuka, dan bloody mary dapat keluar dari cermin itu. Biasanya hanya satu bloody mary yang dapat keluar” jelas Lyle
“Jadi... Kau itu bloody mary?” tanya ku
“Em... Bagaimana aku menjelaskan, ya? Baiklah... Bloody mary itu dibagi 4 tingkatan, pertama, Bloody mary tingkat C. Bloody mary jenis ini biasanya hanya akan merasuki orang yang membuka gerbang tanpa membunuh nya. Kedua, Bloody mary tingkat B. Bloody Mary jenis ini biasanya akan merasuki orang yang membuka gerbang setelah sebelumnya membunuh orang tersebut. Ketiga, bloody mary tingkat A. Bloody mary jenis ini tidak membunuh orang yang membuka gerbang, melainkan mengganti tempatnya dengan orang yang membuka gerbang. Jadi, jiwa orang yang membuka gerbang akan masuk ke dalam cermin, dan bertukar dengan si bloody mary. Dan terakhir, Bloody mary +. Mereka adalah orang yang menjadi korban bloody mary level A, dan terpaksa tinggal di dunia di balik cermin. Biasanya, bloody mary + akan membuat kontrak dengan yang membuka gerbangnya, meminjamkan kekuatannya untuk mencari tubuh aslinya.” Jelas Lyle panjang lebar. Aku hanya bisa mengangguk pelan
“Tunggu... Kau... termasuk tingkat berapa?” tanyaku waspada
“Tenang saja, aku termasuk Bloody mary +” Lyle tersenyum. Aku hanya menganggukkan kepala ku.
“Yah, aku bukan hanya ingin mencari tubuh asli ku, tapi aku juga ingin mencari Carol” wajah Lyle berubah menjadi serius
“Siapa Carol?” tanya ku
“Ia adalah Bloody mary tingkat A, bloody mary paling kuat yang sudah mengambil alih tubuh seseorang, dan berencana untuk menyatukan dunia nyata dan dunia di balik cermin. Yah... Kalau dua dunia ini disatukan, bisa-bisa manusia semuanya mati...” kata-kata Lyle membuat ku takut
“Jadi, mau kah kau membantu ku. Lagi pula, teman ku sudah menunggu”
“Teman?” pikirku. Aku menimbang-nimbang, apa yang akan terjadi? Tapi ku pikir tidak ada salahnnya, memiliki suatu hal istimewa—beda dari yang lain. Aku juga merasakan ada sebuah petualangan besar menunggu ku. Aku meneguhkn hatiku, dan berkata, “Baiklah, Lyle”
Lyle tersenyum kecil. “ Tutup matamu” Ia mendekatiku. Aku merasakan kedua tangannya memegang pipiku. Lalu aku merasakan sesuatu menyentuh mata sebelah kanan ku. Kurasa.. Lyle mencium mataku. Aku merasakan angin yang bertiup pelan, perlahan aku membuka mataku. Tubuh Lyle bercahaya, kemudian, cahaya itu berpindah ke tubuh ku. Lyle menghilang dari hadapanku. Aku melihat ke kanan dan ke kiri, mencari Lyle
‘Claire’ sebuah suara mendengung di kepala ku
“Ah... Lyle?” tanyaku
‘Ya. Aku ada di pikiran mu, er.... lebih tepatnya mata sebelah kananmu. Mulai sekarang kita bisa berkomunikasi’ kata Lyle lagi
‘Oh, baiklah....’ aku mengambil kembali handicam ku yang masih terikat di bilik toilet, mengambil tasku yang tergeletak di lantai, dan keluar pintu
“Claire!” Will ternyata menunggui ku di depan pintu
“Dia dengar percakapan tadi tidak, ya?” pikirku
‘Tenang saja, aku tadi sudah membuat barrier agar dia tidak mendengar’ sahut Lyle
“Sudah ku bilang tak apa kan?” aku berjalan pergi
“Tapi kok kamu lama di kamar mandi?” tanya Will
“Tidak apa-apa. Bukan urusanmu” aku pun menyuruh Will pulang, dan aku berjalan menuju lapangan sekolah untuk menunggu Carl
~to be continued~
Ahah~ Akhirnya selesai!
Saya terima kritik dan sarannya!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Nonohana Kizure

avatar

Jumlah posting : 1796
Join date : 23.03.10
Age : 22
Lokasi : Vongola HQ

Chara profile
Name: Mia Elmard
Status: Elmard Family
Race: Human

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Mon Jul 26, 2010 6:37 pm

Kenapa belum dibikin tempat reviewnya!? Btw cerita anda keren!!! gak kayak cerita yang sedang saya ketik, abal, jelek, gak jelas, temanya abal pula tentang requiem... *Ditampar bolak-balik sama Lal gara-gara curhat*

Update Soon!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Mon Jul 26, 2010 8:57 pm

@etoile
rada nggak enak juga, nih, kalau review disini. tapi, ceritanya bagus!! saya jadi minder orz
oh, dan pas lyle ngasih penjelasan, entah kenapa rasanya etoile banget gitu. typo juga yang saya liat cuma 1. good job!
saya doakan kakak anda tidak menghalangi anda update! ^ ^d

dan jangan lupa bikin tempat reviewnya. kalau nggak bisa di rumah, di sekolah aja~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Aria Chronne

avatar

Jumlah posting : 3384
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : di dunia ini~

Chara profile
Name: Aria/Arren Chronne
Status: Chronne Family Member
Race: Human (tapi Arren masih nggak jelas)

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Mon Jul 26, 2010 8:57 pm

@etoile
rada nggak enak juga, nih, kalau review disini. tapi, ceritanya bagus!! saya jadi minder orz
oh, dan pas lyle ngasih penjelasan, entah kenapa rasanya etoile banget gitu. typo juga yang saya liat cuma 1. good job!
saya doakan kakak anda tidak menghalangi anda update! ^ ^d

dan jangan lupa bikin tempat reviewnya. kalau nggak bisa di rumah, di sekolah aja~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Chapter 2   Thu Aug 05, 2010 4:27 pm

Aku duduk di lapangan sekolah. Saat itu sudah cukup sepi—yah, kau sudah tahu kan kalau kebanyakan murid sudah pulang sekolah? Aku melihat jam di handphone ku, jam setengah empat sore. Aku harap si Carl itu masih mengingat janji nya. Aku tidak mau membuang-buang waktu ku kalau
ternyata laki-laki berambut biru tua berantakan itu melupakan janjinya.

“Hei.... Lyle...” aku memanggil Lyle karena sudah mulai bosan.

‘Ya? Ada apa?’ balasnya

“Kau masih ingat, dimana kau tinggal dulu?” tanya ku. Aku menunggu jawabannya, tapi ia hanya diam saja

“Lyle~?” dia tetap tidak menjawab.

‘Ah! Maaf Claire, tapi aku harus melakukan ini!’ seru Lyle

“Melakukan ap---!” tiba-tiba tubuhku bergerak sendiri. Aku berbalik, tangan kanan ku mengayun kedepan, dan tangan kiriku mengayun kebelakang. Ada asap berwarna hitam di sekeliling tanganku, beberapa detik kemudian, asap itu berkumpul dan membentuk sepasang tonfa di kedua tanganku.

“Howaaa” aku terkagum-kagum

‘A-ah.. Sekali lagi, maaf, Claire..’ aku mendengar suara Lyle lagi

“Ada apa lagi?” tanyaku

‘Lihat di depan mu’ aku menoleh ke depan, seseorang yang kukenal, Carl mengayunkan sebuah board sword ke arahku. Tubuhku lagi-lagi bergerak sendiri. Dengan tonfa di kedua tanganku, aku menahan serangan anak itu

“Hmmm... Bagus juga Claire.. Oh, bukan.... Lyle!” Carl melompat kebelakang. Aku menatap tajam Carl. Dari mana dia tahu soal Lyle? Lyle hanya mendengus kecil

Saat itu, aku sedang membelakangi matahari. Aku melihat sebuah bayangan yang ada di tanah. Aku menoleh kebelakang, seseorang ingin menyerangku dengan Scythe. Aku melompat untuk menghindar dari serangan itu—kali ini aku bergerak sendiri.

“Wow~ Kau hebat juga~” perempuan berambut Blonde itu tersenyum, iris ungu matanya yang berkomplimen dengan warna rambutnya menatap mataku dengan tatapan meremehkan

“Anne?” aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Dua orang yang merupakan musuhku, sekarang memegang senjata masing-masing—walaupun aku juga punya, dan mungkin sekarang mereka mencoba membunuh ku...

Anne ada di kiriku, sedangkan Carl di kanan ku. Keduanya siap menyerang secara bersamaan,

‘Serahkan padaku. Jangan bergerak kemana-mana dulu..’ kata Lyle. Mereka berdua mulai menyerang, secara bersamaan. Aku mulai ragu untuk diam di tempat, tapi, aku mencoba untuk percaya pada Lyle

Sesaat sebelum keduanya menyerangku, tanganku bergerak, memukul tanah dengan tonfa di tanganku. Bersamaan dengan itu, tanah nya menjadi retak dan naik. Carl dan Anne mundur kebelakang untuk menghindari serangan itu

“Kau ternyata sudah berkembang, ya?” kata Carl

“Aku tidak pernah melihat teknik itu!” seru Anne

“Kalian yang makin bodoh...” ucapku—sebenarnya sih bukan, sekarang aku bisa mengambil kesimpulan bahwa, Lyle yanng dari tadi bergerak menggunakan tubuhku, dan sekarang ia berbicara menggunakan tubuhku

“Kau mau mengejekku?!” Carl sekarang marah

“Sudahlah, David, Elena... Beberapa hari tidak bertemu, sekarang malah cari ribut..” ujar Lyle—yang menggunakan tubuhku.

“Hhh... Kami hanya ingin menguji mu” kata Carl—yang sepertinya adalah
David

“Baiklah, bagaimana jika kita keluar sebentar?” tawar Lyle

“Oke~” jawab Anne dengan riang.

‘Claire, tutup matamu...’ aku mendengar suara Lye di kepalaku. Aku pun menutup mataku. Tonfa di tanganku menghilang, dan aku merasasakan sesuatu keluar dari tubuhku

“Claire, buka matamu” aku pun membuka mataku sesuai yang di perintahkan. Aku melihat Lyle di depanku, seperti sebelumnya, ada Carl, dan Anne. Ada juga dua orang yang tidak ku kenal, laki-laki berambut ungu tua serta mata yang seirama, dan satunya adalah perempuan dengan mata ungu, dan rambut putih.

“Lyle~ Rasanya kita udah ga ketemu lama banget~” kata perempuan itu

“Cuma 5 hari...” Lyle sweatdrop, sedangkan aku mencoba untuk mencerna kejadian disini.. Siapa mereka?

“Ah, ya, Claire, perkenalkan, mereka temanku, David, dan Elena” Lyle memperkenalkan dua orang—atau mungkin bloody mary?— itu.

“Dia bloody mary ku” Carl kelihatan bangga sambil menepuk pundak David yang tingginya sama dengannya

“Berarti Elena itu bloody mary milik Anne?” aku menarik kesimpulan. Anne tersenyum dan mengangguk kecil

“Sebenarnya ini rencana kami untuk membawa Lyle kesini. Dan Carl merekomendasikan mu untuk menjadi kontraktor Lyle” jelas David. Aku menatap Carl tidak percaya. Dia merekomendasikan ku?

“Jadi.. Kau tadi memancing event di kelas agar aku membuat kontrak dengan Lyle?” tanya ku, diikuti anggukan dari Carl, dan juga Anne

“Tapi kenapa kalian langsung menyerangku ketika aku datang?” Lyle mengeluarkan dark aura

“Kami hanya ingin mengetes sedikit” ujar David

“Lagipula itu ideku~” kata Elena

“Ternyata kau masih mengandalkan ilusi murahan seperti itu..” ejek David

“Hm~? Tapi kau terjebak dengan ilusi yang kau sebut murahan itu” Lyle membalas ejekan David

“Itu karena aku tidak waspada..”

“Oh? Begitukah?”

“Diam kau, bloody mary yang bahkan tidak punya ingatan masa lalu!”

“Tapi kita tetap sa---“; “Tunggu dulu!” aku memotong adu mulut David dan Lyle

“Mau apa kau?!” David men deathglare ku. Tapi tentu saja itu tidak berefek, untuk apa takut pada seorang bloody mary?

“Tadi kau bilang tidak punya ingatan? Maksud mu apa?” tanyaku yang penasaran

“Jadi~ Ada bloody mary tipe A yang bisa menghilangkan ingatan korbannya~ Agar ketika korbannya mendapatkan kontraktor, ia akan butuh waktu lama untuk mencari tubuh aslinya~” jelas Elena. Aku mengangguk-ngangguk tanda mengerti.

“Lalu... Kalian memangnya punya ingatan?” tanyaku. David dan elena mengangguk

“Tapi aku tidak” Lyle menghela nafas

“Yang penting, tujuan kita sekarang adalah menghentikan Carol” kata Carl

“Carol... Eh, tunggu dulu.. Berarti, aku harus bekerja sama dengan kalian?!” aku kaget

“Sayangnya iya” Carl menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal

“Bisakah kita bergerak sendiri-sendiri? Aku tidak mau berkelompok dengannya” aku menunjuk Carl yang juga sebenarnya tidak setuju

“Tapi berbahaya kalau bergerak sendiri-sendiri” Lyle berusaha menenangkan ku

“Yah, kau bilang Carol itu adalah bloody mary terkuat, jadi, kurasa memang berbahaya” aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal.

“Tapi, kenapa harus mereka?!” lanjutku

“Habisnya, David sudah terlajur membuat kontrak anak itu beberapa hari yang lalu” ujar Lyle

“Tch.. Baiklah..... Aku tidak punya pilihan... Apa ‘mission’ kita selanjutnya?” tanya ku

“Sebelum mencari dan melawan Carol, ada baiknya kita melatih kekuatan dulu, dengan cari mencari korban bloody mary tipe C sampai B” kata Carl

“Yah, baiklah, aku pulang dulu. Sudah sore...” aku berjalan pergi meninggalkan mereka

“H-hei! Claire! Tunggu!” Lyle mengejarku dari belakang “Aku belum kembali ke tubuhmu!” lanjutnya. Oh, aku lupa tentang itu... Seperti sebelumnya, aku menutup mataku, menunggu Lyle kembali ke diriku. Beberapa saat setelah itu, aku merasakan sesuatu masuk kedalam diriku

‘Yak, aku sudah kembali~’ aku mendengar suara Lyle
Aku pun berjalan pulang
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Mon Sep 06, 2010 12:00 pm

Hari sudah berganti, aku duduk di kasur ku, masih dalam keadaan setengah mengantuk. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian kemarin. Mulai dari ritual bloody mary, sampai Carl dan juga Anne yang ternyata mengikat kontrak dengan bloody mary + juga.

Aku menggaruk belakang kepala ku yang tak terasa gatal, dan mencoba menghilangkan segala pikiran yang menyulitkan itu untuk sementara. Setelah menguap sekali, aku mulai bersiap-siap sekolah.
~0o0o0o0o0~

Aku berjalan menuju dapur—tentu saja untuk sarapan. Rumah berantakan, hal yang tak ku sukai. Tapi, yah, ayah bodoh itu tidak mau membersihkan rumah, dan ia terus mengotori rumah. Kalau ayah masih ada disini, pekerjaan membersihkan rumah tidak akan pernah selesai. Seperti biasa, ia belum bangun.

Mungkin kalian heran enapa aku hanya menceritakan tentang ayahku. Ibuku.. Dia sudah meninggal beberapa tahun lalu.. Sepertinya ayah agak stress karena kehilangan ibu
Aku menghela nafas ku. Aku mengambil tas sekolah ku dan segera berangkat
~0o0o0o0o0~

Aku masuk ke kelas pertama, kelas bahasa, pelajaran yang tidak begitu ku sukai. Karena tempat duduk di belakang belum ada yang menempati, jadi aku duduk di belakang. Aku menghela nafas dan mengeluarkan sebuah buku.

“Claire~!”Seorang perempuan memanggil ku. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan orang itu, Anne.

“Percuma Anne, dia tidak akan menoleh” ujar Carl yang tumben-tumbennya pakai kacamata itu

Aku terus mencoba untuk fokus karena Anne memanggil ku berulang-ulang. Rasanya aku ingin memukul wajah anak itu sehingga ia diam. Akhirnya aku hanya men-death glare anak perempuan itu. Anne berhenti memanggil ku, tapi ia tetap tersenyum sambil memperhatikanku. Sungguh menyebalkan, sangat mengganggu

‘Biarkan saja dia, Claire...’ ujar Lyle yang tampaknya sedang bersweatdrop

“Claaiireee~~!!” panggil Anne sekali lagi. Maaf Lyle, tapi aku sangat ingin membungkam mulut anak itu. Aku melempar buku yang kubaca—buku itu cukup tebal.

Anne menghindar dan buku itu mengenai seorang anak di belakangnya

“Ups~” Anne tertawa kecil. Aku melayangkan satu buku lagi

“H-hei! Kenapa aku?!” protes Carl yang baru kulempar sebuah buku

“Kau temannya, kan? BUNGKAM ANAK ITU!” teriakku tidak sabar

‘Claire...’ Lyle sweatdrop. Anne tertawa-tawa, sedangkan aku mengambil buku yang tadi kulempar.

“Eh? Claire? Sedang apa kau?” tanya Will yang berdiri di ambang pintu

“Mengambil buku ku yang kulempar” jelas ku singkat, sambil berjalan menuju mejaku lagi

“Apa sebaiknya kamu tidak mencoba berbaikan dengan mereka?” Will mengajukan pertanyaan yang SANGAT BODOH—menurut ku

“Ah.. Jawabannya sudah pasti bukan?”

“Apa?” Will lagi-lagi bersikap bodoh

“TENTU SAJA TIDAK!” seru ku, diikuti Will yang terdiam plus sweatdrop
~0o0o0o0o0~


Untungnya bel pulang sudah berbunyi. Aku bernafas lega karena hari menyebalkan yang penuh sapaan dari si Anne akhirnya sudah mau usai.

“Hey, masih ingat apa yang mau kita lakukan, kan?” tegur Carl. Oh, my... Dia benar-benar merusak mood ku.

“Ya.. Ya... Jadi.. Sekarang mau apa?” aku menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

“Tentu saja berpencar~” ujar Anne

“Darimana aku tahu itu bloody mary atau bukan?” tanyaku

“Mintalah bantuan bloody mary mu” kata Carl

‘Yah, dengan bantuan ku, kamu bisa membedakan mana bloody mary, mana bukan..’ ujar Lyle

‘Bilang dong, dari tadi...’ balasku

“Mulai berpencar dimana?” aku menatap Carl dan Anne

“Aku ke utara, Anne ke selatan, kamu ke timur” perintah Carl

“Sejak kapan kau jadi pemimpinnya?!” bentak ku

“Kita tidak punya pemimpin! Lagi pula, kalau ada yang jadi pemimpin, kita pasti ujung-ujungnya berantem” kata Carl

“Iya.. aku tahu..” aku pun berjalan pergi untuk berpatroli.
~0o0o0o0o0~


‘Mau cari disini?’ tanyaku pada Lyle

‘Ya.. Disini agak ramai... Tutup matamu dulu..’ ujarnya. Aku pun menutup mataku.

‘Buka mata kanan mu’ perintah Lyle lagi. Saat aku membuka mataku, warna-warna yang kulihat berubah menjadi biru.

‘Cari yang berwar—Ah! Itu! Kejar orang yang beraura merah!’ kata Lyle. Aku menutup kembali mata kanan ku, dan setelah itu membuka kedua mataku. Warna yang kulihat berubah seperti semula. Oke, aku mulai mengejar perempuan berambut pendek berwarna coklat yang tadi beraura merah tadi.

Ia berjalan menuju gang kecil, aku pun mengikutinya. Aku berkonsentrasi untuk memunculkan asap hitam di tanganku—yang seperti kemarin Lyle lakukan— tapi aku membentuk asap itu menjadi bola kecil

Lyle mangajariku banyak hal kemarin malam, termasuk tentang cara memunculkan, mengendalikan, dan membentuk asap hitam ini—kalau senjata hanya bisa membentuk tonfa katanya. Lyle juga bilang, kalau dalam jumlah kecil, benda yang terbentuk dari asap ini hanya akan berefek pada bloody mary, ataupun orang yang di dalam dirinya ada bloody mary.

Aku melempar bola itu ke arah orang itu, dan, tepat mengenai punggungnya

“Ah.. Siapa itu yang menyerangku?” perempuan itu berhenti berjalan. Aku mulai waspada, membentuk tonfa di kedua tanganku. Perempuan itu berbalik menoleh kebelakang, warna matanya yang tadinya berwarna coklat susu berubah menjadi merah

“Oh, jadi ada orang yang membuat kontrak dengan bloody mary +,
kemudian ingin memusnahkan bloody mary tingkat C, B, dan A di dunia nyata?” orang itu mengeluarkan senjatanya—yang berasal dari asap hitam juga. Sebuah One-handed sword terbentuk di tangannya

“Nah, kau sudah tahu, kan?” aku mulai menyerangnya

“Maaf, tapi aku juga punya urusan di dunia ini” tuturnya sambil menghindari seranganku

“Hee? Begitu kah?” aku menyerang bagian perutnya, dan kena telak

“Ya. Dan aku tidak punya waktu untuk main-main...” tiba-tiba ia menghilang
Aku mendecak kesal

‘Belakang...’ Lyle—yang otomatis meggerakkan tubuhku, berputar kebelakang dan memukul kan tonfa di tangan kanan ke depan.

TRANG!!

Ujung tonfa ku tepat mengenai ujung pedang milik perempuan itu, kemudian, muncul sulur dan ujung tonfaku, mengikat pedang dan tangan perempuan itu. Aku menarik tangan kanan ku kebelakang, dan tentu saja perempuan itu ikut tertarik. Aku melayangkan tonfa ku ke wajahnya. Ia terlempar ke sisi gang lainnya

“Pengguna ilusi...” perempuan itu berusaha bangkit. Ia menebaskan pedangnya ke udara. Aku tidak menghindar karena jarak kami cukup jauh.
Tiba-tiba aku merasakan sakit di lenganku, seperti di tebas pedang.

“Ukh...” aku memegangi lengan ku yang mulai mengeluarkan darah

“Bagaimana rasanya?” ia tertawa-tawa kecil. Aku membalasnya dengan decakan kecil

Ia mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat, aku yang belum sempat menghindar hanya menahan semua serangan itu

“Ukh...” aku menahan rasa sakit yang menyebar di tubuh ku. Samar-samar aku mendengar ia mengatakan sesuatu. Tapi tampaknya ia sedang tidak bicara dengan ku

“Oh, maaf, aku ada urusan lain...” ia berjalan pergi

“Oh, ya, mungkin pengetahuan bloody mary mu itu masih kurang.. Biar ku beri tahu, Bloody mary level A bisa membuat diri mereka terlihat seperti bloody mary level B atau C. Dan satu lagi, tadi baru memakai kekuatan ku sekitar 10%. Kau pasti sudah setengahnya kan?” ia tertawa kecil, lalu pergi

“Sial..” gumam ku pelan

‘Tadi kan kita memakai kekuatan hanya 45%’ kata Lyle pelan

‘Kenapa kau malah mengurusi yang seperti itu?’ aku sweatdrop

‘Maaf..’ balasnya

“Sudahlah, tidak apa-apa.. Yang penting, bagaimana aku menutupi luka ini? Kan terlalu mencolok...” tiba-tiba sebuah jas jatuh di atas kepala ku

“He-hei!” aku mendongak ke atas. Di atas Anne tersenyum sambil memperhatikan ku

“Pakai saja itu dulu~ Itu punya ibuku~ Nanti dicuci yang bersih, ya~” katanya dengan riang seperti biasa.

Yah, yang penting ada cara untuk menutupi luka-luka ini. Ku harap ayah tidak tanya macam-macam nanti

Meanwhile
Third person POV
Di sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni, di dalamnya ada sebuah ruangan yang ternyata sangat berbeda dengan tampilan luarnya yang kotor dan jika dilihat sekilas sudah tidak layak untuk di huni

“Untung saja kau menerima panggilan ku, kalau tidak, anak itu pasti mati..” Seorang laki-laki duduk di kursi besar itu tertawa sambil melihat temannya

“Memangnya ada apa dengan anak itu?” tanya perempuan yang tadi di
lawan Claire itu

“Sedikit tertarik saja. Mungkin dia bisa membantu kita.. Ya kan, Carol~?”
~to be continued~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Reinette Sutcliff

avatar

Jumlah posting : 1802
Join date : 22.03.10
Age : 21
Lokasi : Fangirling Corner

Chara profile
Name: Reinette Sutcliff/Minachi Sumire
Status: Shinigami/Civillian
Race: Shinigami/Human

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Fri Oct 29, 2010 6:35 pm

‘Lai... Claire... Claire... Bangun, sudah pagi...’ sebuah suara yang tak asing mendengung di kepalaku
“Uh...” aku perlahan membuka mataku. Cahaya mentari menerobos masuk dari jendela kamarku. Setelah menguap kecil, aku membuka jendela kamarku. Angin musim semi langsung menyambutku begitu aku membuka jendela.
‘Terima kasih sudah membangunkan ku, Lyle..’
‘Bukan apa-apa. Sebaiknya kau segera memberikan mantel milik Anne’ sarannya
‘Iya... Mungkin nanti sore sudah kering...’ aku bangkit dari tempat tidur ku, dan mulai merapihkan kamar. Hari libur, saatnya membereskan rumah.
~0o0~
Aku menghela nafas lega, dapur yang amat kotor ini akhirnya sudah ku bersihkan. Tinggal satu tempat yang belum di bersihkan, kamar ayah...
Aku berjalan perlahan menuju pintu kamarnya, dan mengetuk pintu kamarnya.
Tak ada jawaban
‘Kau yakin ia ada dirumah?’
‘Err... tidak juga...’
aku pun menarik nafas, kemudian membuka pintu yang ternyata tak terkunci itu. Kosong. Bahkan kamarnya rapih, aku terkesan. Akhirnya ia bisa juga membereskan kamarnya sendiri. Tapi, kemana orang itu?
“Fuuuh.. Akhirnya selesai..” aku menyandarkan tubuhku di sofa
Kehidupan ku yang seperti ini...
Apa akan berubah 180 derajat?
Aku merasa takut...
Takut membuka sesuatu yang tak harus kubuka,
Seiring berjalannya waktu
Aku merasakan firasat yang kurang enak..

~0o0~
Hari sudah sore, aku mengecek mantel Anne.
‘Sudah kering?’
‘Ada sedikit yang masih basah. Tapi biarkanlah. Punya Anne ini...’
aku melipat mantel itu, dan memasukkannya ke dalam kantung plastik
“Yak.. Ayo pergi~”
~0o0~
Walaupun hari libur, tentu saja London tetap ramai. Rumah Anne berbeda tiga blok dengan rumahku.
Saat aku melewati sebuah toko grosir, ada anak laki-laki berumur... mungkin sekitar kelas 1 SMP, berjalan kebingungan. Saat aku melewatinya, ia menarik lengan bajuku
“Tolong aku..” kata anak itu lirih
“Aku baru pindah ke London, tadi aku terpisah dengan ibuku. Aku ingin pulang, tapi lupa jalan pulang...” lanjutnya
“Ah, kalau begitu akan kubantu.. Umurmu berapa?” tanyaku iseng
“Umurku... Enam...”
“Ah? 6 tahun? Dia terlihat tua...” pikirku sweatdrop
“Belas tahun.. Enam belas tahun” lanjutnya
Sekarang aku makin shock. Enam belas tahun?! Tampangnya terlalu muda! Bahkan ia lebih tua dari ku. Sungguh mengejutkan
“Ada apa? Kamu kaget, ya?” tanyanya
“Yah, cukup kaget..” aku tertawa kecil
“Pertumbuhanku memang lambat..” ia menghela nafas
“Umm.. Aku akan menolongmu, tetapi, aku mau kerumah temanku dulu... Boleh, ya?”
Ia mengangguk kecil, ia pun berjalan mengikutiku menuju rumah Anne
~0o0~
Ting Tong!
Aku memencet bel rumahnya untuk kedua kalinya. Kemana sih orang itu? Jangan-jangan dia tidak ada di rumah...
Beberapa saat kemudian, seseorang membuka pintu tersebut, “Ada ap—Claire~!!!” seru orang yang membuka pintu, yang ternyata adalah Anne
“Kau kemana sih? Aku sudah menunggu lama.... Ini jaket milik mu” Aku menyerahkan jaket miliknya
“Eh? Ini siapa?” tanya Anne sambil tersenyum dengan mukanya yang biasa
“Aku menemukannya tersesat dijalan” aku memandangi kepala orang yang di tumbuhi rambut berwarna Abu-abu itu
“Waaaah~ Umurnya berapa?” tanya Anne dengan senang, seperti mengindikasikan ia menyukai laki-laki yang lebih muda, apalagi berwajah imut(?)
“Umurnya Enam belas tahun” Jawabku singkat. Anne terdiam mematung
“E-ee?? Y-yang benar?” Anne setengah berbisik kepada ku tidak percaya
“Aku juga tidak yakin...” balas ku sweatdrop
“Yah, aku harus membantu orang ini mencari rumahnya. Dia baru disini... Sampai jumpa” aku berjalan pergi
~0o0~
Beberapa jam sudah berlalu, kaki ku sakit karena berdiri sekian lama. Aku heran, kenapa orang ini tidak terlihat lelah?
Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal, “Jadi.. Kau sudah ingat jalannya?”
Ia menggeleng pelan. Oh, my.... Aku harap, aku bisa pulang sebelum malam tiba
“Ah! Aku ingat jalan ini!” serunya senang, diiringi helaan lega nafasku
Ia berjalan mendahului ku sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru jalan itu. “Itu rumahku!” serunya riang sambil berlari ke... rumah itu? Rumah yang walaupun besar, dari luar tidak tampak seperti bisa ditempati? S-Semiskin itukah dia? Oke, abaikan yang terakhir...
“Ray!” seru seseorang yang sepertinya ku kenal suaranya
“I-ibu!!” balas orang itu bahagia. Aku menoleh ke arah suara
‘Claire... Dia kan...’
‘Perempuan dengan bloody mary level A yang kemarin...’
balas ku
“Terima kasih telah mengantarkan anakku~!” Seru perempuan itu. Aku hanya mengangguk pelan sambil berwaspada
“Tidak usah begitu... Maafkan yang tempo hari... Ya?” Ia masih tersenyum
“I-iya... Aku harus pulang dulu..” ujar ku sambil melangkah pergi
“Maaf telah merepotkan!” ia dan Ray melambaikan tangannya ke arah ku. Aku merasakan hawa yang sangat tidak enak dari rumah itu. Sangat tidak enak....
Aku pun mempercepat langkahku pulang
~0o0~
“Tadi itu apa...” aku menjatuhkan diriku ke atas sofa
‘Claire, aku merasa ada yang aneh pada anak itu tadi’ ujar Lyle
‘Yah, aku juga. Terutama rumahnya. Ada hawa menusuk dari sana’
‘Mungkin Carl tau soal ini...’
lanjutku
Aku menguap kecil, kemudian berjalan menuju kamarku, tak peduli jam berapa sekarang
To be continued

~Omake~
“Hoi! Ray! Apa maksudmu memanggil ku ‘ibu’ tadi?” tanya perempuan itu sewot
“Hanya menghayati peran” Ray tertawa kecil
“Menghayati apanya?! Kan bisa kau bilang kakak?!”
“Sudahlah~”
“Sebentar, kau tadi bilang umurmu berapa?”
“Hmm? 16~” Ray tertawa lagi
“HAH?! INGAT UMUR ASLI MUUUU!!!!” seru perempuan itu
~end~

Note: yang bisa nebak umur asli Ray bakal saya kasih hadiah! XD

_________________

from Zerochan #732729

First Chara - Reinette Sutcliff ### Second Chara - Minachi Sumire


Me? Just an annoying fangirl :P
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://reinettesutcliff.blogspot.com
Ellie Xiorna

avatar

Jumlah posting : 822
Join date : 21.03.10
Age : 21
Lokasi : di depan layar komputer

Chara profile
Name: Lucielle michaelis
Status: butler(sebenarnya maid)
Race: Demon

PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   Sat Jan 22, 2011 4:16 am

~Recap~
“Tadi itu apa...” aku menjatuhkan diriku ke atas sofa
‘Claire, aku merasa ada yang aneh pada anak itu tadi’ ujar Lyle
‘Yah, aku juga. Terutama rumahnya. Ada hawa menusuk dari sana’
‘Mungkin Carl tau soal ini...’ lanjutku
Aku menguap kecil, kemudian berjalan menuju kamarku, tak peduli jam berapa sekarang
~end of recap~
Baru beberapa saat memejamkan mata, aku kembali membuka kedua kelopak mataku. Aku sama sekali tidak bisa tidur, pikiranku terus berputar di antara orang itu—Ray, dan juga rumah aneh itu. Ah, dan juga perempuan Bloody mary level A itu.
’Ada apa?’ tanya Lyle tiba-tiba
’Aku hanya... tidak bisa konsentrasi... Aku akan jalan-jalan sebentar..’ Jawabku, bangkit dari tempat tidur dan bersiap untuk pergi ke taman, menghirup udara segar...
~0o0o0o0~
Aku bersandar pada pagar di pinggir kolam taman, sambil melihat orang yang berlalu-lalang. Banyak sekali, begitu beragam. Dan aku sedikit yakin, 1 diantaranya adalah bloody mary. Level apapun itu...
Setelah agak lama di taman, aku belum juga bisa menghilangkan segala pikiranku tentang Ray, dan juga.. Ibunya? Entah, aku tidak tahu.
Aku memutuskan untuk berjalan pulang. Selagi berpikir, aku berjalan, sambil melihat kebawah. Pertanyaan yang sama terus berulang di otakku. Siapa itu Ray? Apa hubungannya benar-benar ibu-anak dengan perempuan itu? Kenapa tekanan disekitar rumah itu begitu besar? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Tiba-tiba aku menabrak seseorang
“Ouch!” rintihku
“E-eh kau tidak apa-ap—Claire? Sedang apa kau?” tanya orang yang ku tabrak itu
Aku mendongak, “Will?”
Aku pun berusaha berdiri, menepuk celanaku sedikit, kemudian kembali menatap Will
“Aku sebenarnya hanya jalan-jalan sebentar..” aku menghela nafas kecil.
“Oh.. Bagaimana kalau kita pulang sama-sama? Kan rumah kita searah. Lagipula sudah sore...” ujar Will, menatap jam tangannya
“Terserah...”
Will berjalan duluan, sedangkan aku dibelakangnya. Perlu memutari taman ini untuk kami pulang.
“Ramai sekali...” komentar ku pelan, melihat lautan manusia didepanku. Memang, taman ini sangat ramai kalau sore hari
“Claire! Sini!” panggil Will. Ia mendekatiku, kemudian menggandeng tanganku
“Nanti hilang lho!” ia tertawa kecil sambil berjalan maju, dan juga menggandeng tanganku dengan alasan agar aku tidak hilang. Memang nya aku anak kecil, eh?
’Claire!’ seru Lyle tiba-tiba,
’Ada apa, Lyle?’ tanyaku
’Aku merasakan kehadiran bloody mary.. Tipe +. Tapi...’
’Tapi kenapa?’ aku bertanya lagi
’Rasanya jauh. Tapi disaat yang bersamaan terasa dekat..’
’Yah, sudahlah, biarkan saja..’ balasku
’Tapi—!’
Tiba-tiba Will menepuk pundakku, menyadarkan ku dari pembicaraan aku dan Lyle
“Kau tidak apa-apa, Claire? Dari tadi kau diam saja...” Will mengerutkan dahinya
“Oh, tidak apa-apa kok..” aku menghela nafas pelan
“Hm.. Ya sudah..” Will melepas gandengannya, karena kami sudah melewati lautan manusia tadi, kemudian berjalan lagi.
~0o0o0o0o0~
Aku berjalan menuju sekolah. Sambilmemegang tali tas, aku melewati orang-orang yang seperti biasa memperhatikanku lekat-lekat. Tanpa memperdulikan mereka, aku langsung saja melangkah menuju kelas pertama ku, kelas bahasa. Seperti biasa, aku akan menambil bangku di pojok belakang. Tapi TIDAK seperti biasanya, Anne dan Carl sudah duduk disebelah bangku yang ingin kududuki. Aku menatap mereka berdua dongkol. Aku pun memutuskan untuk duduk ditempat lain.
Baru saja aku menduduki tempat di depan, dua orang itu juga ikut berpindah kesebelah bangku ku. Apa mau mereka?!
Aku berdiri lagi, dan mencari bangku kosong lainnya. Untungnya ada sebuah bangku kosong yang disekitarnya sudah ditempati siswa lain. Aku pun dengan tenang melangkan kesana, dan duduk di bangku itu.
Tapi ternyata Anne dan Carl berdiri lagi, dan berjalan kearahku dan berbicara pada murid yang duduk disebelahku
“Bolehkah aku duduk disi—“
“CUKUP!” aku menggebrak meja, memotong kalimat Carl. Aku menatap dua orang itu dengan tajam
“JANGAN. IKUTI. AKU.” Aku menekankan tiga kata itu, masih sambil menatap mereka dengan kedua irisku.
Aku pun duduk di kursi di pojokan, tempat pertama yang ingin kududuki. Dan untungnya Carl dan Anne tidak mengikutiku lagi.
“Belakangan ini kau dekat dengan mereka, ya?” ujar will, tertawa kecil
Aku memijit kepalaku “Tidak... Aku hanya punya urusan SULIT dengan mereka..” aku mengingat kejadian beberapa hari kebelakang yang membuatku pusing
’Maaf, aku membuatmu susah..’ ujar Lyle
’Sudahlah. Tidak apa-apa... aku.. Hanya kesal dengan.. Kelakuan mereka.. Tidak usah dipedulikan..’ aku menghela nafas pelan
~0o0o0o0o0~
“Oi! Claire!” panggil Carl, sesaat setelah bel pulang berbunyi.
Aku berbalik kearahnya—masih dengan rasa kesal dari pagi—aku menatapnya dengan tajam, “Apa?”
“Kita ke kantin dulu, ada yang ingin ku bicarakan...” ujarnya.
“Yah, apalah itu..” gumam ku
Aku hanya mengikuti mereka—tentu saja Carl dan Anne—menuju kantin.
Sekolah sudah cukup sepi. Tidak ada ekstrakulkuler yang dilakukan didalam gedung sekolah hari ini. Kami duduk di meja ditengah kantin.
“Ku harap ini hal penting...” aku menatap mereka berdua yang duduk bersebrangan denganku.
“Kemarin aku melihatmu berlari dari Alfen street..” Carl mulai serius—diasih selalu serius, tidak seperti Anne.
Aku mencoba mengingat-ingat, “Alfen street... Jalan yang ada rumah tua itu?” tanya ku. Carl mengangguk
Aku mengangkat sebelah alisku, “Memangnya kenapa?”
“Kau merasakan tekanan berat disana?” tanya Anne—yang mulai serius
“Tentu.. Makanya aku cepat lari dari sana...” aku menyilangkan tanganku didepan dadaku
“Memang kalian tahu, disana ada apa?” lanjutku
“David, maupun Elena tidak mengetahui apapun.. Makanya, itulah yang akan kita selidiki.” balas Carl, menopang dagunya dengan kedua tangannya sembari menatap ku dan juga Carl
“He? Jadi apa rencanamu?” tanyaku
“Coba tanyakan orang sekitar Alfen street soal rumah itu. Pasti banyak rumor berbeda soal rumah itu” tutur Carl
“Kita mulai besok” lanjut Carl, kemudian ia berdiri
“Kenapa tidak sekarang saja?” tanyaku
“Karena sekarang... kita akan menjemput satu member lagi...” Carl tersenyum—evil smile.
“Oh, orang yang daritadi memperhatikan kita, eh?” Anne ikut tersenyum
Aku menyipitkan mataku dan memperhatikan seluruh ruangan, agak sedikit waspada
’Arah utara...’ gumam Lyle. Aku pun langsung mengalihkan padanganku ke arah utara, koridor kantin yang mengarah menuju pintu keluar, area parkir.
Sebuah siluet berlari keluar, dan aku bisa mendengar suara pintu terbuka dari arah sana
“Hmph..” Carl berlari mengejar orang itu
“Menyenangkan sepertinya~” Anne mengeluarkan asap hitam dari tangannya, yang membentuk scythe besar. Kami pun berlari menuju keluar kantin
~0o0o0o0o0~
“Dia cepat sekali, eh?” Carl terus berlari mengejar orang itu
“Lyle! Pakai ilusimu!” perintah Anne—Elena tepatnya
“Cerewet...” komentar ku
’Dasar Elena... Susul Carl dulu. Nanti aku baru akan memakai ilusi’ Lyle memberikan instruksi. Aku menggangguk kecil
Aku berusaha mendahului Carl yang berada paling depan. Aku melompat, dan Lyle mengarahkan kedua tanganku kedepan.
Di depan orang itu, muncul dinding dari mawar merah, yang menghadang jalan orang itu
“Tch...” aku mendengarnya mendecak kesal.
Aku membelalakan mataku, begitu kakiku menjejaki tanah. Tiba-tiba warna rambut orang itu berubah dari Biru tua, menjadi putih. Dan dari tangannya keluar asap hitam—sama seperti asap yang para bloody mary keluarkan. Asap itu membentuk sebuah kapak besar, yang ia gunakan untuk menghancurkan tembok mawar didepannya
“Sial!” gerutuku
“Ayo! Dia masuk ke gedung sekolah!” seru Carl
Kami berlari memasuki gedung sekolah. Tak lupa kami menghilangkan senjata kami, agar tidak terlihat mencurigakan.
Kami berpencar, agar bisa menjebaknya.
Aku mengejarnya langsung, sedangkan yang lainnya menjebak dari arah lain.
“Hei! Tunggu!” teriakku. Jarak kami tidak terlalu jauh, tapi aku belum bisa menggapai nya.
Ia berlari menuju tangga, seperti yang kami perkirakan.
Dan saat aku menaiki tangga, mengejarnya, aku melihat pantulan orang itu di cermin
“K-kau?!”
~To be continued~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://lucylucielle.blogspot.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: [GX fantasy] Bloody mary +   

Kembali Ke Atas Go down
 
[GX fantasy] Bloody mary +
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum :: Library :: Your Story-
Navigasi: