Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum
Welcome to our forum, Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum.
Please sign in, don't have an account? You can sign up now!

Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum

An Indonesian Kuroshitsuji roleplay forum, join our base!
 
PortalIndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
New storyline for roleplay! Check Roleplay section for complete information~
Bagi member lama yang sudah membuat chara, mohon disesuaikan dengan peraturan, dan storyline yang baru~
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Forum
Latest topics
» perkenalan
Mon Jul 06, 2015 12:22 pm by

» Perkenalan
Thu Jun 25, 2015 8:10 pm by

» Keaktifan forum
Sun Jun 01, 2014 10:28 pm by

» Jung Nanami | Human(Half Vampire) | Civilian
Sun Jun 01, 2014 10:12 pm by

» Azzura Dolores | Allence Family
Fri May 30, 2014 11:41 pm by

» mau tanya soal Civilian
Fri May 30, 2014 10:16 pm by

» Perkenalan
Fri May 30, 2014 6:28 pm by

» Poker Online, Poker Facebook, Judi Online, Nagapoker
Mon Apr 28, 2014 1:28 pm by

» Azusama Joe / Human / Chronne Family Member
Thu Apr 03, 2014 11:17 pm by

Affiliates
free forum
affhayori
affda

Photobucket

Photobucket
affliates
affliates
Top posters
Aria Chronne
 
Reinette Sutcliff
 
Nonohana Kizure
 
Ellie Xiorna
 
Sueth Yuelight
 
Wakabayashi Genzo
 
Clearesta Allence
 
Persona
 
Alaude Von Novizio
 
Licla
 
Poll
Statistics
Total 120 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah ArabelleCharleights

Total 9512 kiriman artikel dari user in 196 subjects

Share | 
 

 Transfromed into a Demon

Go down 
PengirimMessage
Hani Frostwand

avatar

Jumlah posting : 7
Join date : 15.06.11
Age : 20
Lokasi : Pandora Box

Chara profile
Name: Elena V. Frostwand
Status: Civillian
Race: Demon

PostSubyek: Transfromed into a Demon   Fri Jun 24, 2011 11:01 pm

Kejadiannya sekitar 3 tahun yang lalu. (tepatnya saat Elena akan merayakan ulang tahunnya yang 13)

Frostwand Mansion

Elena muda sedang berjalan-jalan di taman Mansion-nya. Maidnya, Maria menghampirinya.

Elena: Hari yang membosankan.. *wajah cemberut* Padahal besok kan hari ulang tahunku, tapi Ayah dan Ibu tetap sibuk seperti biasa.

Maid: *lari ke arah Elena* my Lady.. ternyata anda ada disini *terengah-engah* saya mencari anda kemana-mana

Elena: *diam saja*

Maid: Apa yang anda lakukan disini?

Elena: Bukan urusanmu.

Maid: my Lady, besok kan anda berulang tahun, bagaimana kalau kita berbelanja untuk perayaan nanti malam? sekalian merasakan malam natal. siapa tahu hari ini White Christmas.

Elena: apa? *wajah yang keliatannya mau marah*

Maid: ah.. m-maafkan saya. saya tidak bermaksud.. *panik*

Elena: *menitikkan air mata*

Maid: kyaa.. my Lady jangan menangis.. saya benar-benar minta maaf *panik*

Elena: padahal kamu hanya seorang Maid. tapi kamu berusaha menghiburku, bahkan memperhatikan aku *nangis* tapi Ayah dan Ibu sama sekali tidak memperhatikanku.

Maid: oh my Lady.. *khawatir* lihat-lihat my Lady.. *nunjuk bunga mawar*

Elena: *ngusap air mata* mawar?

Maid: *angguk* untuk my Lady, malam natal kali ini bukanlah White Christmas. tetapi Red Christmas. tumpukan-tumpukan salju, akan berubah menjadi kelopak-kelopak mawar yang bertebaran. *memetik bunga mawar* warna mawar merah yang menawan sangat cocok dengan my Lady *menyelipkan mawar di rambut Elena*

Elena: benarkah?

Maid: tentu saja *senyum*

Elena: kalau begitu nanti malam, aku ingin memakai gaun berwarna merah. aku juga ingin Maria memakai gaun berwarna merah. *tersenyum senang*

Maid: sesuai keinginanmu, my Lady. My Lady lebih pantas untuk tersenyum karena senyum my Lady sangat menawan seperti mawar.

Elena: hehe.. terima kasih Maria.

Maria: baiklah. ayo kita menyiapkan persiapan untuk pesta nanti.

Elena dan Maidnya, Maria masuk kedalam mansion.
---
Di malam harinya..

Ibu: Elly.. *meluk Elena* selamat ulang tahun ya, sayang. maaf Ibu tidak memperhatikanmu hari ini.

Ayah: selamat ulang tahun, Elly. *ngusap rambut Elena* kami minta maaf telah menghiraukanmu hari ini. sekarang mari kita jadikan malam natal hari ini sebagai malam yang Elena impikan. apa keinginan Elena di malam natal dan malam ulang tahunmu ini?

Elena: aku ingin malam ini menjadi Red Christmas sama seperti yang dikatakan Maria. *tersenyum senang* aku ingin malam ini dihiasi oleh warna Mawar merah yang menawan.

Setelah pesta usai Elena diantarkan oleh Maidnya, Maria kedalam kamar.

Maid: bagaimana pestanya malam ini, my Lady ?

Elena: benar-benar pesta yang indah. pesta yang dipenuhi dengan warna mawar merah yang menawan.

Maid: besok dihari ulang tahun anda. saya akan memberikan Red Christmas yang sesungguhnya untuk, my Lady.

Elena: benarkah itu, Maria?

Maid: tentu saja. nah, sekarang anda harus tidur. agar bisa menikmati ulang tahun anda besok dengan gembira.

Elena: aku tidak sabar untuk hari esok.

Maid: begitu juga dengan saya. baiklah selamt tidur, my Lady *membungkuk,lalu keluar dari kamar*

Di saat Elena baru saja memejamkan matanya. Terdengar suara keributan.

Elena: *bangun,ngucek-ngucek mata* ada ribut-ribut apa sih? *keluar dari kamar* Maria!!

Ibu: *teriak* kyaaa...
0
Elena: Ibu.. *berlari ke kamar Ibunya*

Saat Elena memasuki dia melihat Ibunya telah tergeletak di lantai berlumuran dengan darah.

Elena: Ibu!!

Terlihat pembunuh yang membunuhnya Ibunya tapi wajahnya tidak terlihat jelas. Pembunuh itu hendak menangkap Elena. tapi Elena berhasil keluar dari ruangan itu. Elena berlari ke perpustakaan di tempat ayahnya berada.
Elena mendobrak pintu perpustakaan.

Elena: Ayah!!

Ayah: E-Elly.. cepat la--

Sebelum Ayahnya sempat mengucapkan kata-kata. Seorang pembunuh dibelekangnya menusukkan pedangnya.

Elena: tidak, Ayah!!!

Pembunuh: Gadis kecil yang cantik dan menawan. Akan kubuat dirimu berlumuran warna mawar merah yang menawan.

Pembunuh itupun mengarahkan pedangnya ke Elena. Tetapi Maidnya, Maria melindunginya. Akhirnya Maria yang tertusuk oleh pedang tersebut.

Elena: tidak !! Maria !!!

Maid: m-my Lady, pergilah, selamatkan diri anda..

Pembunuh: pengganggu. *menendang tubuh Maria* berikutnya giliranmu Gadis kecil. *tertawa jahat*

Elena berlari keluar mansion.
kenapa? kenapa? bukan warna mawar merah seperti ini yang aku inginkan. bukan Red Christmas seperti ini. bukan kelopak-kelopak mawar yang bertebaran, melainkan lumuran darah yang bercucuran.
Elena terus berlari kedalam hutan. Dia masuk kedalam sebuah gua.

Elena: *nangis* disini gelap. aku benci gelap

Demon: wah, wah.. gadis yang benar-benar cantik. apakah jiwanya cantik juga? *terlihat kelaparan*

Elena: *nangis* siapa itu?

Demon: siapa aku? apa kau perlu tahu siapa aku?

Elena: apa kau salah satu dari "mereka" ?

Demon: "mereka" ?

Elena: orang yang membunuh seluruh keluargaku, pelayanku, orang yang mewujudkan Red Christmas untukku?

Demon: betapa kasihan. aku akan menghilankan penderitaanmu dengan memakan jiwamu.

Elena: silahkan saja. kau boleh memakannya.

Demon: kau tidak menolak?

Elena: *menggeleng* aku sudah tidak diperlukan di dunia ini. aku sudah tidak mempunyai harapan.

Demon: hmm.. baiklah. *menjilat bibir* sekarang pejamkan matamu. maka aku akan segera melahap jiwamu.

Elena: baiklah. *memejamkan mata*

Demon itu mengusap rambut dari muka Elena. bersiap untuk melahap jiwanya.
benar-benar gadis yang cantik. rambut lurusnya yang panjang. kulitnya yang putih mulus. matanya yang indah. suaranya yang lembut. baru pertama kali aku melihat manusia yang menawan seperti dia.

Elena: *masih memejamkan mata* ada apa? kenapa lama sekali?

Demon: *menjauh* sudahlah. lupakan saja.

Elena: *membuka mata* eh? kenapa?

Demon: aku tidak bisa memakan jiwa yang pasrah.

Elena: kenapa? kau bilang kau akan menghilangkan kepedihanku. *nangis lagi*

Demon: ahh.. diam.. *mikir* baiklah, karena aku tidak bisa memakan jiwamu, sebagai gantinya aku akan membantumu membalas dendam.

Elena: membalas dendam? bagaimana caranya?

Demon: berubah menjadi Demon sepertiku.

Elena: Demon?

Demon: yah, aku akan mengubahmu menjadi Demon. tapi kau harus merelakan kemortalanmu.

Elena: merelakan kemortalanku?

Demon: yah. aku tidak bisa memakan jiwamu. tapi aku bisa menghisap daya kemortalanmu.

Elena: apa saja. kau bisa membuatku menjadi apa saja.

Demon: jadi kau setuju?

Elena: *mengangguk*

Demon itu pun menghisap daya kemortalan Elena. dan Elena pun berubah menjadi Demon.

Demon: selesai. sekarang kau bisa membalaskan dendammu dengan kekuatan Demon yang kau miliki.

Elena-Demon: aku bisa membunuh siapapun dengan kekuatan ini?

Demon: yah, tergantung dengan bagaimana kau menggunakannya.

Elena-Demon: bisakah aku mencobanya sekarang?

Demon: tentu.

Dengan kekuatan Demon. Elena-Demon membunuh Demon yang telah mengubahnya. (disinilah kepribadian 2 Elena muncul)

Demon: kau-- *dengan suara terengah-engah* (Demonnya lagi sakaratul maut)

Elena-Demon: dasar bodoh!! kau membuat kesalahan besar karena tidak memakan jiwaku. *menginjak tubuh Demon* kau pikir aku adalah gadis kecil yang tidak berdaya, hah?

Demon: *teriak kesakitan* uhh.. walaupun kau membunuhku. jiwaku akan tetap ada didalam dirimu. karena kau adalah aku yang baru untuk itu aku akan memberikanmu peninggalanku yang berharga. Senjata para Demon, sebongkah pedang, dan sepasang panah dan busur. Kau bisa menggunakannya untuk membalaskan dendammu.

Elena-Demon: *mengambil pedang Demon* cih.. ada kata-kata terakhir?

Demon: *diam*

Elena-Demon: baiklah. *menancapkan pedang ke dada sang Demon* hah.. selesai sudah. *mengambil pedang dan panah yang diberikan Demon* sekarang waktunya membalas dendam. *mikir* tunggu dulu sepertinya wujud Demon yang keren ini sayang kalau dipakai sering-sering. sebaiknya aku menyamar menjadi manusia. *menyamar jadi manusia*

Elena-Demon pun berlalu pergi dengan penyamarannya sebagai manusia. Dia terlihat sangat cantik, dengan gaun yang berwarna Mawar Merah dengan corak hitam (warna identik Demon).
Elena-Demon bergumam "Red Cristmas"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.facebook.com/pages/Kuroshitsuji-Black-Butler/10257367
 
Transfromed into a Demon
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Kuroshitsuji Indonesian Roleplay Forum :: Library :: Roleplay Omake-
Navigasi: